Penyusunan Rekomendasi Terkendala Kehadiran KPK Ujar Pansus Angket

Jakarta – Pansus Hak Angket KPK mengaku belum dapat menyusun rekomendasi dari hasil kerja mereka menyelidiki KPK selama kurang lebih 60 hari. Ketua Pansus Hak Angket KPK Agun Gunandjar Sudarsa mengatakan absennya KPK dalam forum Pansus jadi alasannya.

“Waktu itu kita minta undang tanggal 20 (September), tapi nggak bisa hadir. Ya akhirnya rumusan rekomendasi itu, karena belum terkonfirmasikan, tidak fair rasanya, tidak adil buat kami kalau tetap ngotot tanggal 28 untuk kami sepihak melakukan itu,” kata Agun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (25/9/2017).

Agun menuturkan, Pansus selama 60 hari bekerja sudah mendapat banyak temuan tentang kinerja, tugas dan kewenangan KPK. Dalam menyelidiki KPK, Pansus disebutnya punya metode akurat.

“Kita menyelidikinya kita punya metode penyelidikan, lalu kita memilih dan memilah dan akhirnya didapatkan 4 fokus penyelidikan kita. Pertama aspek kelembagaan, kedua aspek kewenangan, ketiga tentang tata kelola sumber daya manusia, dan tata kelola anggaran,” jelas Agun.

Pansus sendiri, lanjut Agun, telah menggelar paripurna internal soal temuan mereka. Hasil paripurna sudah dibagikan ke anggota Pansus namun belum dapat dikerjakan.

“Karena bahan-bahan itu untuk dikerjakan butuh langkah konfirmasi terhadap subjek dan objek penyelidikan, itu KPK,” tutur Agun.

Salah satu alasan KPK enggan hadir di forum Pansus ialah mereka masih menjadi pihak terkait dalam uji materi Pansus Angket terkait UU MD3 di Mahkamah Konstitusi. Menurut Agun, pihaknya telah mencoba mengundang KPK untuk dapat hadir.

“Oleh karena itu kami layangkan surat, mengundang beliau untuk bisa hadir dan ternyata jawabannya KPK mengatakan, ‘kami tidak akan dapat hadir karena masih sebagai pihak terkait JR di MK” , pungkas politikus Golkar tersebut.

Speak Your Mind

*

Telpon
Whatsapp